Feeds:
Posts
Comments

Cinta?

Berapa kali kamu jatuh cinta? Indahkah rasanya? Apakah hatimu serasa dipenuhi bunga warna-warni? Apakah harimu seperti selalu melihat pelangi? Ataukah justru kami merasakan nyeri yang mendalam? Karena ia tak mampu kau raih dan begitu jauh dari jangkauan?

Ketika kamu mengatakan itu cinta, mengapa kamu yakin itu cinta? Ketika kamu memilihnya, benarkah kamu yakin akan dirinya? Ketika kamu memiliki hatinya, yakinkah kamu mampu menjaganya? Ketika kamu katakan akan setia selamanya, mampukah kamu menjalaninya? Ketika kamu bersamanya, adakah hatimu untuknya?

Saya hanya bertanya karena hati selalu tahu kemana dia ingin berlabuh, tetapi manusia terkadang terlalu egois untuk mendengar kata hati. Namun ada kalanya hati terlalu menggebu, hingga ia tak mau berkompromi dengan logika. Merasa segalanya adalah benar atas nama cinta.

Saya berpikir cinta bukanlah sekedar kata-kata. Bukan sesuatu yang bisa dipilih dan kemudian ditinggalkan begitu saja. Ketika mencinta, logika juga perlu diberi kesempatan bersuara. Ketika mencinta, kita tetap harus sadar bahwa dia tidak berdiri sendiri. Cinta berdiri ketika ada penghargaan, ada kekaguman, ada kasih, ada maaf, dan ada kesetiaan.

Saya berpikir, hanya berpikir…Karena sesungguhnya saya masih belajar tentang cinta.

Mungkin…

Mungkin dia bukan yang paling sempurna. Mungkin dia sering melakukan hal yang tidak saya sukai. Mungkin dia tidak selalu berhasil mengukir senyum di bibir saya. Mungkin saya bisa memiliki lebih banyak waktu untuk sendiri bila saya mau. Mungkin saya bisa berbuat sesuka hati saya. Mungkin…

Begitu banyak mungkin bisa saya tuliskan. Namun inilah sesuatu yang saya pilih. Inilah seseorang yang saya pilih. Tidak ada kata mungkin. Tidak ada kata penyesalan. Saya memilih dan tidak ada mungkin di dalamnya. Karena sesungguhnya saya belajar untuk menyayangi seseorang dengan sempurna, bukan menyayangi kesempurnaannya.

I love you. Maaf, kalau saya masih harus terus belajar untuk menyayangi dengan sempurna.

Dear Doc,

Senang sudah menghabiskan empat hari bersama kamu di sini…

Melihat kamu marah, menatap senyum dan tawa kamu, memandangmu ketika tidur, dan masih banyak lagi…

Selalu bersyukur punya kamu…

Kamu pintar luar-dalam, teman diskusi yang hebat, tegas, selalu merencanakan sesuatu dengan matang, aku belajar banyak dari kamu…

Terima kasih, sudah menemani selama aku di sini…

Terima kasih, sudah memberikanku banyak pelajaran yang belum aku dapatkan di tempat lain…

Terima kasih, sudah mau bertahan di saat apapun…

Terima kasih, sudah mengizinkan aku masuk ke dalam kehidupan kamu…

Maaf, sudah merepotkanmu, memancing emosimu, mendesak air matamu keluar…

Maaf, tidak bisa sepenuhnya menjadi orang yang kamu inginkan…

Maaf, atas emosiku, keribetan aku, kecemburuan aku, kebodohan aku, keplin-planan aku…

Maafkan, Yang…

Terus, tetap di sana yah, dan, sediakan tempat itu buat akuuu… *smile*

I… love… you… doc… jelek… weeeekkk…

 

Kiss n Hugs,

Akapela ;)

Older Posts »